asmitagari

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

ACARA VI KINETIK…

ACARA VI

KINETIKA KIMIA

  1. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
    1. Tujuan Praktikum :

Agar dapat memahami pengaruh katalis terhadap kecepatan laju reaksi.

  1. Waktu Praktikum :

Kamis, 22 Maret 2012

  1. Tempat Praktikum :

 Laboratorium Kimia Dasar Lantai III, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram.

  1. LANDASAN TEORI

Kinetika kimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari kecepatan reaksi kimia dan mekanisme reaksi kimia yang terjadi. Pengertian kecepatan reaksi digunakan untuk melukiskan kelajuan perubahan kimia yang terjadi. Sedangkan, pengertian mekanisme reaksi digunakan untuk melukiskan serangkaian langkah-langkah reaksi yang meliputi perubahan keseluruhan dari suatu reaksi yang terjadi. Dalam kebanyakan reaksi, kinetika kimia hanya mendeteksi bahan dasar permulaan yang lenyap dan hasil yang timbul, jadi hanya reaksi keseluruhan yang dapat diamati. Perubahan reaksi keseluruhan yang terjadi kenyataannya dapat terdiri atas beberapa reaksi yang berurutan, masing-masing reaksi merupakan suatu langkah reaksi pembentukan hasil-hasil akhir. Bila suatu reaksi terjadi dalam beberapa langkah reaksi kemungkinan spesies perantara dibentuk, dan mereka mungkin tidak dapat dideteksi karena mereka segera digunakan dalam langkah reaksi berikutnya. Meskipun demikian, dengan mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhinya, kadang-kadang dapat diketahui seberapa jauh faktor-faktor tersebut berperan dalam mekanisme reaksi. Percobaan-percobaan menunjukkan adanya  empat hal yang penting, yaitu sifat pereaksi, konsentrasi pereaksi, suhu, dan katalisator (Sastrohamidjojo, 2005:158).

Katalis adalah suatu zat yang mampu mempengaruhi laju reaksi, yang pada akhir reaksi didapatkan kembali tanpa mengalami perubahan kimia. Ada dua macam katalis, yaitu katalis positif (katalisator) yang berfungsi mempercepat reaksi, dan katalis negatif yang dikenal sebagai inhibitor, yang berfungsi memperlambat laju reaksi. Katalis positif berperanan menurunkan energi pengaktifan dan membuat orientasi molekul sesuai untuk terjadinya tumbukan. Hal ini sesuai dengan syarat terjadinya reaksi, yaitu energi tumbukan molekul-molekul reaktan harus melampaui energi pengaktifan dan orientasi molekul harus sesuai untuk terjadinya reaksi (Partana, 2003:54).

Katalis merupakan suatu perantara yang mempercepat reaksi kimia dengan cara menimbulkan lintasan baru dengan energy aktifasi yang lebih rendah. Katalis tidak dihasilkan atau dipakai pada reaksi kimia. Oleh karena mengambil bagian pada reaksi, katalis dapat muncul pada dalil laju reaksi. Meskipun demikian, katalis tidak muncul dalam persamaan stoikiometri suatu reaksi. Suhu bukanlah katalis karena suhu dapat dihasilkan (pada reaksi endoterm) dan dapat dipakai (pada reaksi endoterm) pada reaksi kimia. Katalis yang umum dalam kimia termasuk logam, asam dan basa (Bresnick, 2002:95).

Laju reaksi adalah besarnya perubahan konsentrasi reaktan atau produk dalam satu satuan waktu. Perubahan laju konsentrasi setiap unsur dibagi dengan koefisiennya dalam persamaan  yang seimbang/stoikiometri. Laju perubahan reaktan muncul dengan tanda negative dan laju perubahan produk dengan tanda positif (Anonim, 2008).

  1. ALAT DAN BAHAN
    1. Alat-alat Praktikum :
  • Labu ukur 25 mL
  • Pipet tetes
  • Tabung reaksi
  • Rak tabung reaksi
  • Stopwatch
  1. Bahan-bahan Praktikum :
  • Aquades
  • Larutan H2C2O4 0,05 M
  • Larutan H2SO4 0,5 M
  • Larutan H2SO4 2 M
  • Larutan KMnO4  0,01 M
  • Larutan MnSO4  0,18 M
  1. PROSEDUR PERCOBAAN
    1. Pengenceran

–          KMnO4    : Diencerkan 50 tetes KMnO4 0,01 M dengan aquades hingga volumenya menjadi 25 mL.

–          H2C2O4      : Diencerkan 50 tetes H2C2O4 0,05 M dengan aquades hingga volumenya menjadi 25 mL.

  1. Kedalam suatu t
  2. Ditambahkan lagi 1 tetes KMnO4  pada campuran dalam tabung reaksi tersebut dan dicatat waktu sampai warna KMnO4 hilang. Percobaan diteruskan sampai penambahan KMnOtetes demi tetes berturut-turut sebanyak 12 kali. Dan pada setiap penambahan, waktu dicatat seperti yang dilakukan sebelumnya.
  3. Dimasukkan 4 tetes H2C2O4 yang telah diencerkan, 2 tetes H2SO4 0,5 M dan 1 tetes MnSO4 0,18 M ke dalam tabung reaksi yang lain. Ditambahkan 1 tetes KMnO4 seperti pada tabung reaksi pertama dan dicatat waktu mulai dari penambahan sampai warna KMnO4 hilang.
  4. Dibuat grafik dengan mengalurkan tetes KMnO4 dengan waktu dalam detik.
  1. HASIL PENGAMATAN

            (Terlampir).

  1. ANALISIS DATA
    1. Persamaan Reaksi
      1. KMnO4(l) + H2O(l)                            KMnO4(aq)
      2. H2C2O4(l) + H2O(l)                    H2C2O4(aq)
      3. 2 KMnO4(aq) + H2 SO4(aq) + 5H2C2O4(aq)                                K 2SO4(aq) + 2MnSO4(aq) + 10CO2(g) + 8H2O(l)
      4. 2 KMnO4(aq) + H2 SO4(aq) + 5H2C2O4(aq)  + MnSO4(aq)                            3MnSO4(aq) + K 2SO4(aq) + 10CO2(g) + 8H2O(l)
      5. 2 MnSO4(aq) + 5H2C2O4(aq) + 6H+(aq)                     2Mn2+(aq) +  10CO2(g) + 8H2O(l)   
  1. Tabel

Tabung

Reaksi

Tetes

H2C2O4

Tetes

H2 SO0,5 M

Tetes

MnO4 0,18 M

Tetes

KMnO4

Waktu (detik)

1

4

2

1

11,10

1

4

2

2

9,68

1

4

2

3

9,11

1

4

2

4

9,07

1

4

2

5

7,87

1

4

2

6

7,86

1

4

2

7

7,56

1

4

2

8

7,44

1

4

2

9

7,24

1

4

2

10

10,43

1

4

2

11

8,18

1

4

2

12

7,56

2

4

2

1

1

6,51

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Grafik Hubungan antara Tetes KMnO4 Ke- dengan Waktu (detik) KMnO4 Berubah Warna
  1. PEMBAHASAN

Kinetika kimia membahas tentang laju reaksi dan mekanisme terjadinya reaksi. Mekanisme adalah serangkaian reaksi-reaksi sederhana yang menerangkan reaksi keseluruhannya. Untuk mengetahui mekanisme suatu reaksi, dipelajari perubahan laju yang disebabkan oleh perbedaan konsentrasi pereaksi, hasil reaksi, dan katalis.

Beberapa factor yang mempengaruhi laju reaksi, diantaranya:

  1. Sifat pereaksi, pereaksi ada yang reaktif dan ada juga yang tidak reaktif.
  2. Konsentrasi pereaksi, dua molekul yang akan bereaksi harus bertabrakan langsung. Jika konsentrasi diperbesar, berarti kecepatannya bertambah dan akan memperbanyak kemungkinan tabrakan sehingga akan mempercepat laju reaksi.
  3. Suhu, hampir semua reaksi menjadi lebih cepat bila suhu dinaikkan. Karena kalor yang diberikan akan menambah energi kinetic partikel pereaksi. Akibatnya, jumlah dan energy tabrakan bertambah besar.
  4. Katalis adalah suatu zat yang dapat mempengaruhi kecepatan reaksi. Katalis dapat dibagi menjadi dua yakni katalis positif (katalisator) yang menyebabkan harga energi aktifasi menjadi lebih kecil sehingga reaksi menjadi lebih cepat dan katalis negatif (inhibitor) yang menyebabkan harga energi aktifasi menjadi lebih besar sehingga reaksi menjadi lebih lambat.
  5. Luas permukaan, semakin kecil ukuran bahan semakin cepat reaksi berlangsung. Karena tumbukkan mudah terjadi apabila bidang sentuh semakin luas.
  6. Tekanan gas, pada reaksi yang melibatkan gas, kelajuan reaksi dipengaruhi oleh tekanan, penambahan tekanan dengan memperkecil volume menyebabkan susunan molekul zat lebih rapat sehingga kemungkinan terjadinya tumbukkan lebih besar dan laju reaksi semakin cepat. Tekanan berbanding terbalik dengan volume.

Pada percobaan pertama, yaitu pengencaran larutan KMnO4 0,01 M dan larutan H2C2O4 0,05 M. Sebanyak 50 tetes dari masing-masing larutan diencerkan hingga 25 ml. Fungsi pengenceran ini yaitu memperkecil konsentrasi. Dengan kecilnya konsentrasi, maka laju reaksinya pun akan menjadi lambat sehingga waktu yang diperlukan juga banyak (lama). Hal ini membantu kita untuk mengamati jika yang digunakan adalah larutan dengan konsentrasi tinggi (besar) maka waktu yang diperlukan pun cepat.

Percobaan kedua dan ketiga yaitu menentukan pengaruh katalis terhadap laju reaksi. Kita ketahui bahwa katalis adalah suatu zat yang dapat mempercepat atau pun memperlambat (umumnya mempercepat) terjadinya reaksi tanpa menambah konsentrasi atau suhu. Katalis biasanya ikut bereaksi sementara dan kemudian terbentuk kembali sebagai zat bebas. Pada percobaan kedua, katalis yang digunakan adalah H2SO4 yang mana pada penambahan pertama satu tetes KMnO4 dan waktu yang dibutuhkan agar warna KMnO4 hilang adalah 11,10 detik, kemudian tetesan kedua memerlukan waktu 9,68 detik, dan seterusnya. Semakin lama waktu yang dibutuhkan semakin sedikit. Namun pada tetesan kesepuluh, waktu yang dibutuhkan semakin meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pada titik tersebut, larutan jenuh.

Pada percobaan ketiga digunakan dua katalis sekaligus yaitu H2SO4 dan MnSO4 sehingga saat KMnO4 ditetesi, waktu yang dibutuhkan yaitu 6,51 detik. Ini menunjukkan bahwa waktu yang diperlukan dengan menggunakan dua katalis sekaligus lebih cepat dari pada menggunakan satu katalis saja. Hal ini membuktikan bahwa katalis dapat mempercepat reaksi. Penggunaan dua katalis membutuhkan waktu yang lebih cepat daripada satu katalis. Katalis akan mempercepat reaksi dengan menurunkan energy aktifasi pereaksi.

  1. KESIMPULAN

–          Laju reaksi akan berjalan lebih cepat dengan adanya katalis daripada tidak menggunakan katalis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: