asmitagari

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

ACARA III REAKSI…

ACARA III

REAKSI ASAM BASA II

 

  1. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
    1. Tujuan Praktikum :

Untuk menentukan pH larutan dengan menggunakan pH meter.

  1. Waktu Praktikum :

Kamis, 19 April 2012

  1. Tempat Praktikum :

 Laboratorium Kimia Dasar, Lantai III, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram.

 

  1. LANDASAN TEORI

     Penentuan pH larutan yang lebih akurat dapat dilakukan dengan menggunakan pH meter. Alat ini berdasarkan elektrolit larutan asam dan basa, bagian utamanya adalah sebuah elektroda yang peka terhadap konsentrasi ion H+dalam larutan yang diukur pHnya. Jika elektroda tersebut dicelupkan kedalam larutan yang akan diuji, pH meternya menunjukkan angka yang sesuai dengan pH larutan yang akan diuji (Sutresno, 2004:34).

     Konsentrasi ion H+ dinyatakan dengan pH. Konsep pH diperkenalkan oleh ahli kimia Denmark, Sorensen. Huruf P ini berasal dari istilah potenz (Jerman), Puissance (Prancis), power (inggris). Definisi modern dari pH didasarkan atas pengukuran daya gerak listrik suatu sel Galvani/volta, yang terdiri dari sebuah elektroda indicator (elektroda kaca) dengan elektroda pembanding (Ahmad, 2011: 119).

           Untuk mengetahui tercapainya titik ekuivalen dapat dilakukan dengan pH meter, potensiometer, atau dengan suatu petunjuk yang digunakan dengan indicator pH. Dalam praktikum di laboratorium lebih sering dipakai indicator pH. Indicator pH adalah asam lemah atau basa lemah organic yang menunjukkan perubahan warna pada pH tertentu. Kisaran perubahan warna indicator biasanya berkisar 2 skala pH, oleh karena kisaran perubahan pH dari indicator tidak terletak pada skala pH yang sama, maka dapat memilih indicator dalam titrasi asam basa harus disesuaikan dengan pH saat tercapainya titik ekuivalen (Fajar, 2003:34).

           pH dari suatu larutan dapat ditentukan dengan kertas indicator universal, yang terjadi adalah perubahan warna yang berbeda. Pengukuran pH yang lebih tepat dapat digunakan atau dilakukan dengan alat yang disebut “pH meter”. Alat ini tersusun dari sebuah voltase yang terhubung dengan dua buah elektroda yang dicelupkan ke dalam larutan. Perbedaan potensial listrik yang melalui elektroda adalah sebanding dengan pH, maka setelah skala pH meter dikalibrasikan, pH dapat diketahui (Anonim, 2012).

  1. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
    1. Alat-alat Praktikum
    2. pH meter analitik
    3. Gelas kimia 
    4. Elektroda
    5. Pipet tetes
      1. Bahan – bahan Praktikum
      2. Larutan NaCl 0,5 %
      3. Larutan NaCl 1 %
      4. Larutan NaOH 0,75 M
      5. Larutan NaOH 0,5 M
      6. Larutan buffer dengan pH 7
      7. Larutan buffer dengan pH 9
      8. Aquades
      9. pH stik
      10. Tissue

 

  1. PROSEDUR KERJA
  2. pH meter dinyalakan dengan memutar tombol “ON”.
  3. Kemudian dikalibrasi dengan memutar tombol kalibrasi.
  4. Elektroda dimasukkan ke dalam buffer pH 4, bersamaan saat dikalibrasi, hingga pada layar tertera angka  4.
  5. Setelah itu elektroda dibilas dengan aquades dan larutan buffer 4 diganti dengan larutan buffer pH 7 kemudian elektroda dimsukkan ke dalam larutan tersebut, hingga pada layar tertera angka 7.
  6. Elektroda dikeluarkan dan dibilas.
  7.  pH larutan diukur dengan cara dicelupkan elektroda ke dalam larutan yang akan diukur pHnya.
  8. Diputar tombol slope jika larutan mempunyai pH < 7.
  9. Dicatat hasil pengamatan.

 

  1. HASIL PENGAMATAN

(Terlampir).

  1. ANALISIS DATA
  2. Gambar pH meter
  • Tampak depan

 

 

 

 

 

 

 

Tampak belakang

 

 

 

  • Keterangan gambar

–            Tombol ON/OFF : untuk menghidupkan atau mematikan alat pH meter (saat pH meter dihidupkan  bisa dipilih apakah untuk mengukur pH atau beda potensial dengan memutar tomol kea rah “pH” atau “MP” ).

–            Tombol TEMP 0C : seagai pengatur suhu, biasanya seelum dikalibrasi, suhu diatur sesuai suhu ruangan.

–            Tombol CALIB : untuk mengkalibrasi atau menstandarkan pH meter dengan larutan buffer pH 7.

–            Layar atau monitor pH meter : untuk menampilkan angka-angka hasil pengukuran (pH atau beda potbensial).

–            Saklar : alat penghubung ke sumber listrik.

–            Elektroda : dicelupkan pada larutan yang akan diukur dan secara otomatis jarum penunjuk atau angka digital akan menunjukkan pada pH meter  hanya pH larutan yang diukur.

–            Tombol SLOPE : mengkalibrasi atau menstandarkan pH meter dengan larutan buffer dengan pH < 7.

 

  1. Tabel perbandingan pH stik dengan pH meter

Jenis pengukuran

NaCl 0,5 %

NaCl 1 %

NaOH 0,5 M

NaOH 0,75 M

pH meter

9,8

7,71

11,57

11,67

pH stik

8

7

13

13

  

  1. Perhitungan pH
    1. pH NaOH 0,75 M

Dik. M NaOH = 0,75 M

Dit.           pH  = . . . ?

 

           = M . Valensi Basa

                        = 0,75 . 1

                        = 75 . 10-2

pOH                = – log

                        = – log 75 . 10-2

                        = 2 – log 75

pH                   = 14 – ( 2 – log 75 )

                        = 12 + log 75

                        = 12 + 1,87

                        = 13,87

 

  1. pH NaOH 0,5 M

Dik. M NaOH = 0,5 M

Dit.           pH  = . . . ?

 

           = M . Valensi Basa

                        = 0,5 . 1

                        = 5. 10-1

pOH                = – log

                        = – log 5 . 10-1

                        = 1 – log 5

pH                   = 14 – ( 1 – log 5 )

                        = 13 + log 5

                        = 13 + 0,7

                        = 13,7

 

  1. pH NaCl          = pH netral

pH stik            = 7

pH meter         = 7,71

karena pH NaCl merupakan pH netral, maka pH NaCl = 7

 

  1. PEMBAHASAN

            Pada percobaan reaksi Asam Basa II, kita akan mengukur pH larutan NaCl dan NaOH dengan menggunakan pH meter. pH meter adalah alat yang membantu proses penentuan pH larutan dengan cara yang lebih mudah, cepat dan akurat.

            Sebelum melakukan pengukuran pH suatu larutan, pH meter harus dikalibrasi terlebih dahulu dan elektroda harus dinetralkan dengan larutan buffer 7. Tujuan kalibrasi adalah untuk menstandarkan pH meter agar tidak terpengaruh dengan larutan sebelumnya karena suatu kalibrasi itu sendiri adalah suatu standar atau nilai tetapan sebelum pengukuran pH dilakukan atau dengan kata lain untuk menstandarisasikan nilai pH pada masing-masing pH meter tersebut, sehingga dapat diperoleh hasil pengukuran yang akurat. Pada percobaan ini digunakan larutan buffer pH 7 dan pH 9,2. Larutan buffer adalah larutan yang nilai pHnya tidak cepat berubah.

            pH larutan NaCl 0,5% dan 1% yang diukur dengan menggunakan pH meter berturut-turut adalah 9,8 dan 7,71. Sedangkan dengan menggunakan pH stik adalah 8 dan 7. pH NaCl seharusnya ±7, karena NaCl adalah garam netral yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat. Kemudian pada pengukuran pH NaOH 0,5 M dan 0,75 M diperoleh pH yang diukur dengan pH meter adalah 11,57 dan 11,67. Sedangkan pada pengukuran dengan pH stik, diperoleh pH NaOH 0,5 M dan 0,75 M adalah 13 dan 13. NaOh adalah larutan yang bersifat basa kuat. Jadi pH yang ditunjukkan >7. Perbedaan-perbedaan ataupun kesalahan-kesalahan yang terjadi disebabkan oleh beberapa factor antara lain kurang telitinya praktikan saat mengamati nilai pH yang terbaca pada pH meter, atau kesalahan praktikan saat membuat larutan. Selain itu, pada percobaan kali ini pH meter yang tersedia terjadi sedikit kerusakan, sehingga sangat mempengaruhi hasil perhitungan pH larutan tersebut.

 

  1. KESIMPULAN

            pH meter adalah suatu alat elektronika yang digunakan untuk mengukur pH (derajat keasaman) suatu larutan dengan pembacaan skala yang dilengkapi dengan dua buah elektroda dan voltmeter. pH meter memiliki dua elektroda yaitu elektroda indicator (peka terhadap keasaman larutan) dan elektroda refrensi (tidak peka terhadap keasaman larutan). Prinsip kerja pH meter adalah dengan mengukur beda potensial yang terjadi antara dua elektroda.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: