asmitagari

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

KEANEKARAGAMAN HEWAN

  1. FILUM PORIFERA

 

Porifera tergolong parazoa, dimana jaringannya belum sejati karena sel-selnya relatif belum terspesialisasi.

Karakteristik porifera:

  • Lapisan tubuh diploblastik.
  • Belum memiliki organ pencernaan, saraf, otot dan sistem peredaran darah.
  • Mempunyai bentuk seperti vas bunga.
  • Mempunyai rangka yang dsebut spon.
  • Tubuhnya berpori-pori.

Morfologi porifera:

  • Tinggi spons berkisar dari 1 cm sampai 2 cm
    •  ± 9000 spesis, hanya 100 diantaranya hidup di air tawar sisanya berada di laut   dangkal.
  • Tubuh spon sangat sederhana mirip kantung yang berpori.
  • Rongga dalam tubuhnya memiliki flagel.
    • Porifera memiliki 3 jenis berdasarkan rangkanya yaitu calcarea yang berupa spikula dari kalsium karbonat, hexactinellida berupa spikula dari silikat, dan demospongia tidak berupa spikula tetapi serabut spongin.
  • Memiliki 3 tipe saluran air yaitu
  1. ascon: tipe saluran air yang lubang-lubang ostinumnya terhubung langsung dengan spongosol contoh: leucosolenia.
  2. Sycon/scypa: tipe saluran air yang lubang-lubang ostinumnya terhubung dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rongga yang berhubungan langsung dengan spongosol contoh:scypa.
  3. Leucon/rhagon: tipe saluran yang lubang-lubang ostinumnya berhubungan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang tidak berhubungan langsung dengan spongosol. Contoh: spongila.

Anatomi porifera

Pada bagian tengah tubuh porifera terdapat ruangan yang disebut dengan spongosol yang merupakan saluran air. Pada ujung atas ruangan tersebut terdapat lubang besar yang disebut oskulum. Lapisan epidermis porifera tersusun atas sel-sel epitelium pipih yang disebut pinakosit. Tubuh porifera terdapat lubang-lubang kecil yang disebut ostium yang dilapisi oleh porosit. Porosit berfungsi sebagai penggendali membuka dan menutupnya ostinum.

Sistem pencernaan dari porifera

Pencernaan porifera sangat sederhana. Porifera dikenal sebagai memakan dengan memfilter sebab porifera pemakan suspensi.

Air bersama zat makanan masuk melalui ostium kemudian masuk kedalam spongosol. Didalam spongosol pada dinding ruang terdapat koanosit yang memiliki flagel. Flagel inilah yang menyapu air masuk kedalam koanosit kemudian makanannya di fagositosis hasil dari koanosit berupa zat-zat nutrien dibawa oleh amoebosit keseluruh tubuh.sedangkan sisa metabolisme dkeluarkan melalui oskulum.

Siklus hidup porifera memiliki 2 fase:

Larva berenang bebas (polip) pada saat yang tepat yaitu pada fase dewasa hidupnya akan menetap (sesil) setelah menemukan tempat yang cocok.

Sistem reproduksi porifera

  • Aseksual: pembentukan kuncup atau pembentukan butir benih yang disebut gemule.
  • Seksual: pertemuan sperma dan ovum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. FILUM COELENTERATA

 

Ciri Tubuh

  1. 1.                  Ukuran dan bentuk tubuh
  • Ada yang penjangnya beberapa milimeter, misal Hydra
  • Ada yang mencapai diameter 2 m, misalnya Cyanea.
    • Tubuh Coelenterata simetris radial dengan bentuk berupa medusa atau polip
    • Medusa berbentuk seperti lonceng atau payung yang dikelilingi oleh “lengan-lengan” (tentakel).
    • Polip berbentuk seperti tabung atau seperti medusa yang memanjang.
  1. 2.               Struktur dan fungsi tubuh
  • Merupakan hewan diploblastik karena tubuhnya memiliki dua lapisan sel, yaitu ektoderm (epidermis) dan endoderm (lapisan dalam atau gastrodermis).
  • Ektoderm berfungsi sebagai pelindung
  • Endoderm berfungsi untuk pencernaan.
  • Sel-sel gastrodermis berbatasan dengan coelenteron atau gastrosol.
  • Gastrosol adalah pencernaan yang berbentuk kantong.
  • Pencernaan di dalam gastrosol disebut sebagai pencernaan ekstraseluler.
  • Pencernaan di dalam sel gastrodermis disebut pencernaan intraseluler
    • Sistem saraf sederhana yang tersebar berbentuk jala yang berfungsi mengendalikan gerakan dalam merespon rangsangan.
    • Sistem saraf terdapat pada mesoglea. Mesoglea adalah lapisan bukan sel yang terdapat diantara lapisan epidermis dan gastrodermis.
    • Bentuk polip, terdiri dari : bagian kaki, tubuh, dan mulut. Mulut dikelilingi oleh tentakel.
    • Bentuk  medusa tidak memiliki bagian kaki. Mulut berfungsi untuk menelan makanan dan mengeluarkan sisa makanan karena Coelenterata tidak memiliki anus.
    • Tentakel berfungsi untuk menangkap mangsa dan memasukan makanan ke dalam mulut.
    • Pada permukaan tentakel terdapat sel-sel yang disebut knidosit (knidosista) atau knidoblas.
    • Setiap knidosit mengandung kapsul penyengat yang disebut nematokis (nematosista).
  1. 3.      Cara Hidup
  • Hidup bebas secara heterotrof dengan memangsa plankton dan hewan kecil di air.
  • Mangsa menempel pada knodosit dan ditangkap oleh tentakel untuk dimasukkan kedalam mulut.
  • Habitat :  seluruhnya hidup di air, baik di laut maupun di air tawar.
  • Sebagaian besar hidup dilaut secara soliter atau berkoloni.
  • Bentuk polip :  melekat pada bebatuan atau benda lain di dasar perairan dan tidak dapat berpindah
  • Bentuk medusa : bergerak bebas melayang di air.
  1. 4.      Reproduksi
  • Secara aseksual dan seksual.
  • Reproduksi aseksual :  dengan pembentukan tunas pada bentuk polip

Tunas tumbuh di dekat kaki polip dan akan tetap melekat pada  tubuh induknya sehingga membentuk koloni.

ü    Reproduksi seksual :  dengan pembentukan gamet (ovum dengan sperma),

          yang dihasilkan  oleh bentuk medusa dan beberapa bentuk polip

ü    Contoh bentuk polip yang membentuk gamet :  hydra.

 

  1. 5.      Klasifikasi

Coelenterata dibedakan dalam tiga kelas berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya, yaitu : a.  Hydrozoa

  1.     b.  Scypozoa
  2.     c.  Anthozoa.

            A. Hydrozoa (dalam bahasa yunani, hidro=air, zoa=hewan)

ü  Sebagian besar memiliki pergiliran bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya.

ü  Hydrozoa dapat hidup soliter.

ü  Contoh Hydrozoa :  Hydra, Obelia, dan Physalia.
Untuk Obelia merupakan Hydrozoa yang hidupnya berkoloni di laut.

ü  Obelia memiliki bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya.

B. Scypozoa (dalam bahasa yunani, scypho=mangkuk, zoa=hewan)

ü  Memiliki bentuk dominan berupa medusa dalam siklus hidupnya.

ü  Medusa Scyphozoa dikenal dengan ubur-ubur.

ü  Medusa umumnya berukuran 2 – 40 cm.

ü  Reproduksi dilakukan secara aseksual dan seksual.

ü  Polip yang berukuran kecil menghasilkan medusa secara aseksual.

ü  Contoh Scyphozoa :  Cyanea dan Chrysaora fruttescens.

C. Anthozoa (dalam bahasa yunani, anthus=bunga, zoa=hewan)

ü  Memiliki banyak tentakel yang berwarna-warni seperti bunga.

ü  Anthozoa tidak memiliki bentuk medusa, hanya bentuk polip.

ü  Polip Anthozoa berukuran lebih besar dari dua kelas Coelenterata lainnya.

ü  Hidupnya di laut dangkal secara berkoloni.

ü  Anthozoa bereproduksi secara aseksual dengan tunas dan fragmentasi, serta reproduksi seksual menghasilkan gamet.

ü  Contoh Anthozoa : Tubastrea (koral atau karang), Acropora, Urticina (Anemon laut), dan turbinaria.

ü  Koral hidup di air jernih dan dangkal karena koral bersimbiosis dengan ganggang.

ü  Ganggang memberikan makanan dan membantu pembentukan rangka pada koral.

ü  Sedangkan koral memberikan buangan yang merupakan makanan bagi ganggang serta perlindungan bagi ganggang dari herbivora.

ü  Rangka koral tersusun dari zat kapur. Rangka koloni dari polip koral inilah yang membentuk karang pantai (terumbu karang) atau atol (pulau karang).

 

  1. 6.      Siklus Hidup

 

Medusa           medusa betina(telur)&medusa betina(gamet) zigot                Blastula           Planula Larva  Koloni muda               Medusa dewasa

 

  1. 7.      Peranan Coloenterata
    1. Peran positif

ü  Membentuk karang laut untuk mengurangi abrasi

ü  Tempat hidup dan berkembangbiak berbagai jenis ikan

ü  Sebagai bahan perhiasan/asesoris/cenderamata

ü  Sebagai daya tarik wisata

ü  Bahan obat-obatan, bahan bangunan (batu kapur), bahan makanan

ü  Sebagai komponen biotic ekosistem laut

  1. Peran Negatif

ü  Belum diketahui secara pasti

ü  Sering terjadi para pengunjung pantai gatal gatal, bahkan keracunan akibat tersengat ubur-ubur (Aurelia).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. FILUM ANNELIDA

 

Istilah annelida berasal dari kata “annulus” yang berarti cacing kecil dan “aidos” yang berarti bentuk. Annelida berarti  cacing yang tubuhnya tersusun atas serangkaian cincin yang menyatu. Tubuh annelida bersimetri bilateral, panjang dan bersegmen-segmen. Dari luar, segmen-segmen atau ruas-ruas tubuh annelida terlihat seperti  susunan cincin kecil. Berbeda dengan Plathelmyntes dan  Nemathelmynthes, Annelida merupakan tripoblastik yang  sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata), namun annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana.

  1. 1.               Karakteristik Utama dan Ciri-Ciri Umum

 

Permukaan tubuh annelida dilindungi oleh kutikula yang  tipis dan  elastis, bagian tubuhnya terdiri atas segmen-segmen dan tubuhnya berbentuk bilateral simetris. Annnelida memiliki sistem  pencernaan yang lengkap yang tersusun memanjang   sesuai dengan sumbu tubuh. Annelida memiliki seta, keras, seperti kitin (Kelas  Hirudinae). Alat gerak kontraksi otot tubuh dan setae (rambut kaku) pada tiap segmen (Polychaeta, Olygochaeta). Saluran pencernaan (mulut-usus-anus). Sirkulasi peredaran darah tertutup.

 

  1. 2.                  Sistem Reproduksi Annelida(Cacing Tanah)

 

Dua cacing tanah kawin dengan cara mengatur diri mereka sedemikian rupa sehingga mereka  dapat mempertukarkan sperma dan kemudian mereka akan memisah. Sel sperma yang diterima disimpan secara temporer  sementara suatu organ khusus atau klitellum mensekresikan kepompong yang seperti mukus. Kepompong bergeser di sepanjang tubuh cacing dan memungut telur dan kemudian sperma tadi disimpan. Kepompong tersebut kemudian lepas dari kepala cacing itu dan tinggal dalam tanah sementara embrio berkembang. Beberapa cacing tanah dapat juga bereproduksi secara aseksual dan cara fragmentasi diikuti dengan regenerasi.

 

  1. 3.                  Klasifikasi Filum Annelida
  • Polychaeta

Polychaeta disebut juga cacing berambut banyak (poly=banyak dan chaeta=rambut kaku). Tubuh Polychaeta memiliki kepala yang jelas dengan sejumlah pasang parapodia pada tiap segmenya yang berfungsi sebagai alat gerak. Tubuhnya ditutupi oleh banyak setae. Umumnya polycheta hidup di laut. Contoh: Cacing palalo dan Cacing Wawo.

  • Olygochaeta

Olygochaeta merupakan cacing berambut sedikit (oligo=sedikit dan chaeta=rambut kaku). Pada setiap segmen tubuh Olighochaeta tidak memiliki kepala yang jelas. Pada segmen ke-32 s/d ke-37 tubuhnya terdapat struktur yang mempunyai pelana yang dinamakan “klitellum”. Klitellum berfungsi Menghasilkan selubung pelindung telur-telur (kokon). Meskipun Olighochaeta merupakan hewan hermafrodit, tidak pernah terjadi autofertilisasi (pembuahan sendiri). Contoh: Cacing Tanah.

  • Hirudinae

Pada tubuh anggota Hirudinae tidak dijumpai parapodia dan setae. Kepalanya pun tidak jelas. Hirudinae merupakan cacing penghisap darah Vertebrata. Sebagian besar hirudinae adalah hewan ekstpoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia. Hirudinae parasit  hidup dengan menghisap darah inangnya. Sedangkan Hirudinae bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput. Contoh: Lintah.

 

  1. 4.               Peranan Annelida  dalam Kehidupan
  • Menguntungkan

Cacing tanah banyak digunakan orang sebagai pakan unggas dan umpan untuk memancing ikan. Cacing tanah juga berguna sebagai penggembur tanah pertanian. Lintah berguna  dalam pengobatan modern kerena menghasilkan hirudine, yaitu zat anti penggumpal darah atau antikoagulan. Anggota annelida juga ada sebagai bahan makanan karena mengandung protein, contohnya cacing palalo dan cacing wawo.

  • Merugikan

Anggota filum annelida selain yang menguntungkan ada juga yang merugikan seperti Lintah (Kelas Hirudinae) yang dapat menghisap darah manusia dan vertebrata dalam jumlah besar.

 

 

 

 

 

 

 

  1. FILUM PLATYHELMINTES

 

  • Lapisan tubuh:

–                      Triploblastik aselomata, lapisan embrionalnya terdiri dari ektoderma, mesoderma, dan endoderma.

–                      Simetri bilateral: jika bagian tubuh cacing dipotong membujur melalui bagian tengah punggung hingga menembus perutnya maka akan terbentuk dua potongan kiri dan kanan yang serupa (simetri).

  • Sistem pencernaan:

System pencernaan melalui rongga gastrovaskuler atau melalui mulut. Peredaran makanan di lakukan oleh usus yang bercabang-cabang yang diedarkan kesaluran seluruh tubuh.

  • Sistem transportasi:

Cacing pipih ini tidak memiliki system transportasi karena makanan telah diedarkan keseluruh tubuh oleh system gastrovaskuler. Pertukaran gas O2 dan CO2 berlangsung pada seluruh permukaan tubuh.

  • System syaraf:

Pada kelas turbellaria, sel-sel syaraf dan serabut syaraf terdapat pada jaringan parenkima. Pusat susunan syaraf terdiri dari sel-sel ganglion otak yang berjumlah sepasang dan terletak pada bagian interior atau bagian kepala.

 

  • Organ indra:

Turbellaria dan cacing hati memiliki Oseli yaitu struktur berupa mata yang memiliki pigmen yang peka terhadap cahaya. Cacing pipih memiliki indra peraba dan kemoreseptor yang tersebar di seluruh tubuh.

  • Ekskresi dan Osmoregulasi:

Pada cacing pipih, terdiri dari saluran dengan pembuluh yang berakhir pada sel api. System pengeluaran di sebut protonefridia.

  • Reproduksi:

Platyhelminthes bereproduksi secara seksual dan aseksual. Cacing pipih bersifat hemafrodit (dalam satu individu memiliki dua sel kelamin). Cacing pipih berkembang biak secara aseksual dengan cara membelah diri.

Platyhelmintes terdiri dari tiga kelas:

  1. 1.            Turbellaria (cacing pipih)

Ciri-ciri:

–                      Termasuk triploblastik aselomata

–                      Bergerak dengan bulu getar

–                      Memiliki tubuh yang tidak bersegmen

–                      Belum memiliki system peredaran darah dan anus

–                      System syaraf tangga tali

–                      System sekresi “sel api”

–                      Bersifat hemafrodit

–                      Contohnya: Planaria.

 

  1. 2.               Trematoda

–                      Merupakan cacing yang hidup parasit biasanya di sebut cacing isap

–                      Contohnya: Fasciola hepatica (cacing ternak), Clonorchis sinensis, schistosoma, peragonimus werstermani  (cacing paru).

 

  1. 3.                  Cestoda

–                      Memiliki tubuh yang bersegmen-segmen yang di sebut proglotid

–                      Kepalanya di sebut skoleks

–                      Memiliki kait yang di sebut postelum

–                      Contohnya: Taenia soleum dan Taenia saginata (cacing pita manusia), Echinococcus granulesus (cacing pita pada anjing), Himenolepis nana.

 

 

 

  1. FILUM NEMATODA

 

Ciri-ciri umum

  1. Mempunyai  saluran pencernaan dan rongga badan.
  2. Rongga badan di lapisi selaput seluler yang disebut spedosel atau psedoselomata.
  3. Potongan melintangnya berbentuk bulat, tidak bersegmen, dilapisi kutikula.

 

Sistem reproduksi

Jenis kelamin uniseksual (terpisah).

Sistem reproduksi gonokoris (terpisah).

Contoh:

Cacing  jantan:  testis, vas deferen,veskulum seminalis,vas deferen, kloaka.

Cacing betina:  oviduks, uterus, vagina, vulva.

Sistem integen

Permukaan luar tubuh cacing di selubungi kutikula.

Sistem integen di bagi menjadi 3 yaitu: korteks, matrik, basal.

Di bawah integen  terdapat hipodermis dan lapisan otot.

Cara hidup:

  1. Hidup bebas: berperan sebagai  pengurai sampah organik.
    1. Hidup parasit terdapat pada hewan, manusia, dan tumbuhan. Memperoleh sari makanan dan darah dari inangnya.

 

Habitat

Berada di tanah becek, di dasar perairan air tawar dan perairan air laut, parasit hidup dalam inangya.

 

Sistem saraf

Sejumlah ganglia dan saraf membentuk cincin mengelilingi  lamus esofagus.

Cincin saraf:

  1. 6 batang (anterior)
  2.  4 batang (posterior)

Ciri morfologi

  1. Bentuk tubuh bersegmen.
  2. Bebtuk silindris memanjang.
  3. Simetri bilateral.
  4. Tripoblastik
  5. Rongga tubuh semu
  6. Tubuh transparan
  7. Sistem organ tubuh lengkap
  8. Tidak memiliki sistem peredaran darah

Siklus hidup :

  1. Secara langsung
    1. Melalui larva infektif. Contoh ancylostoma sp.
    2. Melalui telur infektif. Contoh Ascaris sp. Dan Trichuris sp.
  2. Secara tidak langsung

Melalui hospes intermidier. Contoh Dilopiralia sp. dan Thilazia sp.

 

Klasifikasi Nematoda

  1. Ordo Ascaridida

Contoh spesies: Ascaris lumbricoides.

  1. Ordo Rhabditorida

Contoh spesies: Haemonchus placie.

  1. Ordo strongylorida

Contoh spesies: Necator  Ambricanus.

  1. Ordo Trichurida

Contoh spesies: Trichuris Trichiura.

  1. Ordo Oxyurida

Contoh spesies: Entrobrus veimicularis

  1. Ordo Spiruroida

Contoh spesies: Dilopilaria.

 

 

 

 

 

  1. FILUM  MOLLUSCA

 

Mollusca termasuk hewan selomata (hewan berongga)

Terdiri dari 5 kelas:

  1. 1.                  Gastropoda
  2. 2.                  Scaphopoda
  3. 3.                  Chephalopoda
  4. 4.                  Bivalvia
  5. 5.                  Amphineura / polipladophora

 

  1. 1.                  GASTROPODA

Salah satunya adalah bekicot

Ciri-ciri umum:

  1. Tubuh tidak simetri
  2. Bercangkang melintir ( spiral )
  3. Memiliki tentakel dan mata pada ujung tentakel
  4. Kaki modifikasi ( pemanjangan) lekoros
  • Memiliki anus pada rongga mantel
  • Memiliki usus halus
  • Radula termodifikasi

5.        Habitat: air tawar, air asin dan darat

2.    SCAPHOPODA

Contohnya: siput gading atau siput gigi

Ciri-ciri umum:

  1. Memiliki cangkang silinder
  2. Tentakel pada ujung kerucut  salah satu sisi cangkang

Ciri-ciri anatomi: belum tersignifikasi

Habitatnya: air tawar, dalam pasir

Nama ilmiah hewan dalam kelas ini “ pentalium elephatinum

 

  1. 3.               CHEPALOPODA

Contohnya: cumi-cumi, gurita dan nautilus

Ciri-ciri morfologi :

  1. Cangkang internal, reksternal / absen
  2. Menggunakan sifon ( takomosi )
  3. Memiliki tentrakel
  4. Karnivora
  5. Invertebrata cerdik
  6. Berongga
  • Satu-satunya memiliki sistem sirkulasi tertutup
  • Sistem saraf kompleks

 

  1. 4.      BIVALVIA

Contohnya: remis, tiram, kerang hiaju

Habitatnya: air asin dan air tawar

Ciri-ciri umum:

  1. Memiliki mata
  2. Cangkang  pipih 2 katub
  3. Kepala tereduksi
  4. Kaki berbentuk kapak
  5. Dispensi peeds ( menyaring makanan )
  • Memiliki adduktor ( untuk menutub katub / cangkang)
  • Memiliki insang (makanan dan pertukaran gas )
  • Air mengalir melalui sifon kedalam rongga mantel
  • Radula menghilang (organ karet)

 

  1. 5.   AMPHINEURA
  2. Hewan laut berbentuk oval
  3. Biasanya berlempeng dorsal sebanyak 8
  4. Kepala tereduksi
  • Memiliki kaki berotot
  1. Sistem saraf (cincin saraf anterior)
  • Organ karet ( radula ) alat pencernaan
  1. Habitat air asin ( menempel pada permukaan batuan)

 

 

Sistem tubuh mollusca

a)                  Sistem pencernaan      : radula

b)                  Sistem sirkulasi           : terbuka

c)                  Sistem ekskresi            : nefridia

d)                 Sistem saraf                 : cincin saraf

e)                  Sistem respirasi           : klenidium

Bagian utama tubuh mollusca

  • Kaki berotot
  • Mussa viseral
  • mantel

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. FILUM ARTHROPODA

 

Berasal dari 2 kata, yaitu Arthos (sendi/ruas) dan Poda (kaki). Jadi, Arthropoda ialah hewan yang berkaki ruas. Arthropoda dapat ditemukan di darat, laut, udara bahkan dapat ditemukan sebagai parasit.

  1. Ciri-ciri Arthropoda:
    1. Memiliki eksoskeleton (kerangka luar) yang dibentuk oleh lapisan protein dan kitin (kulit keras)
      1.   Memiliki kaki yang beruas-ruas, rangka luar dari kitin, tripoblastik dan   simetri tubuh bilateral
      2. Alat pencernaan lengkap terdiri dari mulut, kerongkongan, usus dan anus
      3. Sistem peredaran darah terbuka
      4. Mengalami pergantian kulit (eksdisis) secara periodik
      5. 97% berupa serangga (insecta)
      6. Reproduksinya berlangsung secara seksual

 

  1. B.     Kelas-kelas Arthropoda
    1. 1.         Arachnida
    2. Hidup di darat dan memiliki mulut penghisap. Contoh: Laba-laba
    3. Ciri-ciri:

1)               Tubuh terbagi atas kepala dan dada (cephalotoraks) artinya kepala dan dada menyatu dan abdomen (perut)

2)               Tidak memiliki antena, mempunyai beberapa pasang mata tunggal, mulut kelisera (alat penjeput) dan pedipalpus (alat pegang)

3)               Mempunyai 4 pasang kaki letaknya di kepala dan dada (cephalotoraks)

4)               Alat ekskresinya yaitu saluran malpigi dan kelenjar coksal

5)               Alat pernapasannya yaitu trachea, paru-paru buku dan insang buku

6)               Alat kelamin jantan dan betina terpisah dan pembuahannya berlangsung secara internal (seksual)

  1. Arachnida dibagi menjadi 3 ordo :

1)                     Scorpionida, contoh: Kalajengking (Thelyphonus sp.)

2)                     Arachnoida, contoh: Laba-laba (Argiope auratina)

3)                     Acarina, contoh: Caplak kudis (Sarcoptes scabiei) dan Caplak anjing (Dermacentor variabilis)

  1. Keuntungan dan kerugian Arachnida :

1)                     Keuntungan : Menguntungkan manusia karena memakan insecta yang merugikan

2)                     Kerugian : Caplak menjadi parasit pada kulit anjing; Menimbulkan penyakit kurap dan kutu air

 

  1. 2.      Crustacea (Udang-udangan)
  2. Berasal dari kata crusta yang artinya cangkang yang keras
  3. Ciri-ciri :

1)               Tubuhnya bersegmen-segmen terdiri dari cephalotoraks dan abdomen

2)               Bagian anterior (depan) tubuh besar dan lebar sedangkan bagian posterior (belakang) tubuh kecil

3)            Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, 2 pasang antena, sepasang mandibula, 2 pasang maksila dan 3 pasang maksilapoda (kaki rahang). Maksila dan maksilapoda berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut

4)            Sistem pernapasan umumnya menggunakan insang

5)            Sistem reproduksinya: Jantan (pasang kaki kelima) dan betina (pasang kaki ketiga). Pembuahan terjadi secara eksternal

6)            Mengalami pergantian kulit (eksdisis) dan autotomi (pelepasan sebagian anggota tubuhnya)

  1. Crustacea dibagi menjadi 2 kelompok :

1)               Entomostraca, contoh : Udang karang rendah (kecil)

Entomostraca dibagi menjadi 4 ordo :

a)                  Brasiopoda

b)                  Ostracoda

c)                  Copecoda

d)                 Cirripedia

2)               Malacostraca,  contoh : Udang besar

Malacostraca dibagi menjadi 3 ordo :

a)                  Isopoda

b)                  Stamatopoda

c)                  Decapoda

  1. Keuntungan dan kerugian Crustacea :

1)               Keuntungan    : sebagai bahan makanan

2)               Kerugian         : parasit pada ikan (argulus)

 

  1. 3.        Myriapoda
    1. Merupakan kelompok kaki seribu. Myriapoda juga merupakan gabungan dari diplopoda dan chilopoda.
  2. Ciri-ciri :

1)                  Tubuhnya bersegmen, tidak punya dada, hanya punya kepala dan perut

2)                  Sistem pernapasan umumnya dengan trachea

3)                  Alat kelamin jantan dan betina terpisah. Perkembangannya dengan cara bertelur dan hidup di darat.

  1. Myriapoda dibagi menjadi 2 ordo :

1)                  Diplopoda

Tubuhnya panjang dan pipih, contoh : Kelabang

2)                  Chilopoda

Tubuhnya panjang dan membulat, contoh : Kaki seribu

  1. 4.      Insecta
  2. Merupakan serangga, disebut dengan filum heksapoda
  3. Ciri-ciri :

1)                  Terdapat sepasang antena

2)                  Dada (toraks) terdiri dari 3 bagian (sepasang kaki 3 bagian)

3)                  Hidup di darat dan di air, contoh : semut dan kupu-kupu

4)                  Memiliki sayap

5)                  Organ kelamin berumah dua, insecta jantan dan betina terpisah, terletak pada segmen terakhir dari abdomen

6)                  Reproduksi berlangsung secara seksual.

  1. Siklus hidup dapat berupa :

1)                     Ametabola (tidak mengalami metamorfosis) : telur – muda – dewasa (imago)

2)                     Hemimetabola (metamorfosis tidak sempurna) : telur – nimfa – dewasa (imago)

3)                     Holometabola (metamorfosis sempurna) : telur – larva – pupa – dewasa (imago)

  1. Insecta dibagi menjadi beberapa ordo :

1)                  Apterygota (tidak bersayap), contoh : Lepisma sachairina (kutu buku)

2)                  Arkiptera (bersayap 2 pasang sama), contoh : Anax Imperator (capung) dan Helminthes silvestris (laron).

3)                  Orthoptra (bersayap lurus), contoh : Valanga sp. (belalang)

4)                  Hemiptera (bersayap pendek), contoh : Leptocoris acuta (walang sangit)

5)                  Homoptera (bersayap seragam), contoh : Nilaparvata lugens (wereng)

6)                  Neuroptera (bersayap jaring), contoh : Myrmeleon frontalis (undur-undur)

7)                  Lepidoptera (bersayap sisik), contoh : Attacus atlas (kupu-kupu gajah)

8)                  Coleoptera (bersayap perisai/tebal), contoh : Oryches rhinoceros (kumbang tanduk)

9)                  Hymenoptera (bersayap selaput), contoh : Apis indica (lebah madu)

10)                 Diptera (bersayap dua), contoh : Anopheles sundaicus (nyamuk) dan Musca domestica (lalat)

11)                 Siphonaptera (bersayap pembuluh), contoh : Ctenocephallides canis (kutu anjing)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. FILUM ECHINODERMATA

 

Ciri – ciri umum:

  • Simetri radial (dewasa) dan bilateral (larva)
  • Memiliki kaki buluh (ambulakral)
  • Tubuh terbungkus laminae (lapisan kapur)
  • Saluran pencernaan sederhana
  • Memiliki system sirkulasi radial yang mengalami reduksi
  • Respirasi dilakukan dengan insang kecil (populae)
  • Sistem saraf dengan batang cincin bercabang-cabang kearah radial
  • Seks terpisah dengan beberapa perkecualian

 

Klasifikasi

  1. 1.               Kelas Asteroid

v    Ciri-ciri:

  • Berlengan lima
  • Organ bercabang
  • Kulit berduri
  • Alat kelamin terpisah
  • Mengalami metamorphosis
  • Memiliki kemampuan autotomi

 

v    Contoh: Bintang Laut

Kingdom         : Animalia

Filum               : Echinodermata

Class                : Asteroida

Ordo                : Valvatida

Family             : Oreasteridae

Genus              : Protoreaster

Species            : Protoreaster nodosus

 

  1. 2.                                    Kelas Ophioroidea

v   Ciri-ciri:

  • Berlengan lima
  • Lengan panjang, ramping dan lentur
  • Lengan digunakan untuk bergerak
  • Organ tidak bercabang
  • Tidak memiliki anus
  • Memiliki kemampuan autotomi

 

v  Contoh: Bintang Ular

Kingdom         : Animalia

Filum               : Echinodermata

Class                : Ophiuroidea

Ordo                : Ophiurida

Family             : Carculionoidea

Genus              : Ophioderma

Species            : Ophioderma rubiandum

 

 

  1. 3.                  Kelas Crinoidea

v    Ciri-ciri:

  • Bentuknya menyerupai bunga lili
  • Kelas paling primitif
  • Tubuh berbentuk piala (kelopak)
  • Berlengan lima
  • Memiliki kemampuan autotomi

 

v Contoh: Lili laut

Kingdom       : Animalia

Filum             : Echinodermata

Class              : Crinoidea

Ordo              : Comatulida

Family            : Comasteridae

Genus                        : Comaster

Species           : Comaster multifidus

 

 

  1. 4.               Kelas Echinoidea

v Ciri-ciri:

  • Bentuk bulat mirip bentul jarum
  • Permukaan tubuh diliputi duri
  • Simetri tubuh radial
  • Cangkang keras
  • Hidup di perairan dangkal

 

v Contoh: Bulu babi

Kingdom             : Animalia

Filum                   : Echinodermata

Class                    : Echinoidea

Ordo                    : Cidaroidea

Family                  : Diadematida

Genus                  : Diadema

Species                 : Diadema saxatile

 

 

  1. 5.               Kelas Holothuroidea

v    Ciri-ciri:

  • Bentuk tubuh memanjang
  • Tidak berlengan
  • Tidak memiliki podiselaria(lengan untuk menangkap mangsa)
  • Kulitnya keras dan berotot
  • Bergerak dengan kontraksi otot

 

v  Contoh: Tripang

Kingdom       : Animalia

Filum             : Echinodermata

Class              : Holothuroidea

Ordo              : Dendrochirotida

Family            : Cucumaridae

Genus                        : Cucumaris

Species           : Cucumaris frondosa

 

 

SIKLUS HIDUP

  1. 1.      Asteroidea (bintang laut)
  • Perkembangan dari bintang laut:

Pembelahan             blastula            gastrula            migrasi sel-sel mesenthyum

              Blastophor menjadi anus             stomadeum mengalami invaginasi menjadi mulut               larva bipinaria            larva bandiolaria            bintang laut

 

  1. 2.      Ophiuroidea

Sel kelamin dilepaskan dalam air. Hasil pembuahan akan menghasilkan larva mikroskopis (pluteus)              mengalami metamorphosis             seperti bintang laut              bintang ular

 

 

 

  1. 3.      Echinoidea ( landak laut, udang kepingan pasir atau kue laut)
  • Telur & sperma dilepas dalam air laut pembuahan             larva plutea              metamofosis 5 atau 6 minggu.

 

  1. 4.      Holothuroidea (mentimun laut/tripang)
  • Seks terpisah

Sel telur & sperma dilepas dalam air laut             larva auricalaria

 

  1. 5.      Crinoidea (lili laut & bulu bintang)

Crinoidea melepaskan telur dalam air, tapi beberapa menahan tetap pada pinnulae sampai menetas, larva yang masih muda sekali masih mendapat makanan dari kuning telur, belum mempunyai mulut. Setelah beberapa hari hidup bebas menempel dengan akhir bagian anterior dan kemudian berbentuk cangkir, kemudian tumbuh lengannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. FILUM CHORDATA

 

Karakteristik

Chordata di kelompokkan dalam suatu filum, terdapat empat struktur anatomis :

–          Notokord fingsinya untuk menyokong kerangka di sebagian besar panjang tubuhnya

–          Tali syaraf dorsal berlubang fungsinya untuk membentuk system syaraf

–          Celah faring berfungsi sebagai alat untuk memakan suspense, pertukaran gas, penyokong rahang, pendengaran dan lain-lain

–          Ekor pascaanus berotot : menyediakan sebagian besar gaya dorong pada banyak spesies akuatik

Subfilum chordate di bagi menjadi 3, yakni:

  1. 1.      Urochordata
  2. Karakteristik, anatomi dan morfologi

–          Umumnya di sebut tunikata

–          Merupakan hewan laut yang menempel (sesil)

–          Hidup seperti plankton

–          Keseluruhan hewan tersebut di selubungi oleh tunik (jubah)

–          Tidak terdapat tali syaraf atau ekor

–          Otot melingkat dan longitudinal

–          System syaraf dengan ganglion tunggal

–          System pencernaan di mulai dari faring dan berakhir di anus

  1. Reproduksi dan Embryologi

–          Fertilisasi berlangsung secara eksternal

–          Bentuk blastula pipih

–          Bentuk gastrula terjadi dengan cara invanigasi epibolis

–          Pada tahap metamorphosis, jumlah stigmata bertambah, bagian caudal medulla spinalis menghilang dan menjadi suatu ganglion

  1. Kelas subfilum Urochordata

1)      Ascidiaceae :

–          Hewan dewasa menetap (sesil)

–          Soliter atau berkoloni yang dikoneksikan oleh stolons

 

2)         Appendicularia :

–          Planktonik

–          Hewan dewasa mempertahankan ekor dan notokord

–          Ephithelium mensekresikan gelatin menutupi tubuh

3)         Sorberacea :

–             Bentis

–             Carnivore

–            Octacnemus

4)         Thaliaceae :

–    Planktonik

–    Hewan dewasa kehilangan ekor

–    Oral dan pembukaan atrial berlawanan ujung dengan tunikata

–    Kontraksi otot menghasilkan air

 

  1. 2.      Cephalochordata
    1. Karakteristik, anatomi dan morfologi

–       Dikenal sebagai lancelet/bentuknya seperti mata pisau

–       Terdapat notokord

–       Tali syaraf dorsal berlubang

–       Celah insang banyak

–       Ekor pascaanus bertahan sampai masa dewasa

–       Otot bersegmen

–       Tubuh dapat dibagi menjadi: kepala, badan dan ekor

  1. Reproduksi dan Embryologi

–          Fertilisasi berlangsung secara eksternal

–          Pembelahan melalui meridional           morulla        blastula              gastrula

–          Ectoderm di sebelah dorsal

–          Cephalocordata hidup sebagai plankton, sedangkan yang dewasa sebagai benthos

  1. Kelas subfilum Cephalochordata

1)         Cephalochordate :

Kelas ini terdiri dari dua family yaitu branchiostomidae dan amphyoxidae

  1. 3.      Vertebrata
    1. a.      Karakteristik, anatomi dan morfologi

–          Bagian tubuh jelas : kepala, badan dan ekor

–          Kepala dengan rangka (cranium)

–          Notokord sebagai penyokong

–          Tubuh dilapisi oleh jaringan yang berlapis yaitu dermis dan epidermis

–          Memiliki tiga tipe jaringan otot yaitu : otot polos, otot lurik dan otot jantung

–          Memiliki saluran pencernaan yang komplit

–          System ekskresi berupa ginjal

–          System syaraf dilengkapi dengan otak dan sum-sum tulang belakang

  1. b.      Reproduksi

Reproduksi seksual pada vertebrata di awali dengan perkawinan yang diikuti terjadinya fertilisasi yang menghasilkan zigot dan berkembang menjadi embrio dimana fertilisasi dapat terjadi secara internal maupun ekternal. Embrio hasil perkembangan zigot ada yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang dan ada yang berkembang dan mendapatkan makanan dalam rahim (uterus) induk betina.

  1. c.       Kelas subfilum Vertebrata

1)      Myxini :

–          Pemakan bangkai yang hidup di laut

–          Mulut dikelilingi oleh tentakel pendek

–          Tidak ada tahapan larva

–          Contoh: hagfish

2)      Cephalospidomorphi :

–          Hidup di laut dan air tawar

–          Mulut dikelilingi oleh penyedot yang dapat melekat

–          Larva adalah pemakan suspense,saat dewasa menjadi parasit atau tidak makan sama sekali

–          Contoh: lamprey

3)      Chondrichthyes :

–          Kerangka bertulang rawan

–          Memiliki rahang

–          Respirasi melalui insang

–          Pembuahan internal : bias bertelur atau menghasilkan anak

–          Contoh: hiu, ikan pari

4)      Osteichthyes :

–          Kerangka dan rahang bertulang

–          Sebagian spesies melakukan pembuahan eksternal dan bertelur banyak

–          Pernafasan terutama melalui insang

–          Memiliki kantung renang

–          Contoh: bandeng, ikan kakap, ikan tuna

5)      Amphibia :

–          Tahapan larva akuatik bermetamorfosis menjadi hewan dewasa darat

–          Bertelur atau melahirkan anak

–          Pernapasan melalui paru-paru atau kulit

–          Contoh: katak

6)      Reptilia :

–          Tetrapoda darat dengan kulit bersisik

–          Pernapasan melalui paru-paru

–          Menelurkan telur amniotic bercangkang atau melahirkan anak

–          Contoh: ular, kadal

7)      Aves :

–          Tetrapoda berbulu

–          Kaki depan yang termodifikasi menjadi sayap

–          Pernapasan melalui paru-paru

–          Endotermik

–          Pembuahan internal

–          Telur amniotic bercangkang

–          Penglihatan tajam

–          Contoh: unggas

8)      Mammalia :

–          Tetrapoda dengan anak yang diberi makan dari kelenjar susu betina

–          Berambut

–          Berdifragma yang memventilasi paru-paru

–          Endotermik

–          Kantung amniotic

–          Sebagian besar melahirkan anak

–          Contoh: kangguru

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: